Ticker

6/recent/ticker-posts

Jorong Tabek: Dari Kampung Terbelakang Jadi Kampung Produktif

kegiatan di Rumah Produksi KBA Jorong Tabek Talang Babungo

(sumbarkita.id)

“Jangankan untuk datang ke sini, orang menyebut nama Jorong Tabek saja sudah minder. Orang sini kalau dia pergi ke luar, kampung lo di mana? Dia gak mau sebut Jorong Tabek.” – Kasri Satra, saat diwawancarai SATU Indonesia pada 2018.

***

Sekelompok remaja membaca buku di tengah suasana sejuk di rumah panggung. Dengan pemandangan pegunungan yang asri, mereka semakin tekun menyelami bacaan. Sesekali tatapan mereka tampak serius saat membaca. Tak jarang, muncul diskusi santai yang dapat menambah wawasan dan menimbulkan inovasi baru.

Rumah Pintar menjadi oasis di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Semula daerah yang terletak di ketinggian sekitar 1.500 mdpl itu begitu terisolir. Jalan yang menghubungkan dengan daerah lain begitu sulit dijangkau. 

Jangankan belajar dengan nyaman, untuk menuju sekolah saja perlu berjam-jam perjalanan. Belum lagi anggapan orang-orang tentang Jorong Tabek yang begitu terbelakang dan miskin sering kali membuat minder.

Salah seorang putra daerah, Kasri Satra gelisah dengan keadaan kampung halamannya. Berbekal cita-citanya untuk mengubah citra Jorong Tabek, ia bekerja sama dengan Wali Nagari dan masyarakat sekitar untuk mengubah kampung itu menjadi lebih baik.

Berawal dari Desa Paling Miskin dan Terbelakang di Sumatera Barat

Tugu Rangkiang Ecobricks yang dibangun oleh Mahasiswa KKN UNP 

Generasi V tahun 2023 di KBA Jorong Tabek Talang Babungo

(instagram.com/kba_tabek_talangbabungo)

Jorong Tabek dulunya dikenal sebagai desa paling miskin dengan masyarakat yang sebagian besar hidup dari bertani. Daerahnya merupakan wilayah lereng pegunungan yang tak terjamah. Dengan semak belukar dan jalanan berlumpur yang semakin menyulitkan untuk transportasi. 

Berada dalam keadaan ekonomi yang sulit, masyarakat hanya fokus untuk menghidupi keluarga sehari-hari. Untuk hal-hal lain seperti mengelola sampah rumah tangga dan merawat lingkungan, masyarakat belum paham.

Kasri Satra, Ketua KBA Jorong Tabek Talang Babungo, sempat merasakan kesulitan saat ingin menanam bunga pada sore hari. Bunganya tak bertahan lama dan di pagi hari sudah copot. Sadar ada sesuatu yang tidak beres dengan kampung halamannya, ia melaporkan hal itu pada Wali Nagari. Walau butuh waktu, perlahan perubahan bisa terjadi di desa itu.


Kegusaran Kasri Satra akan Stigma Negatif Kampung Halamannya

Kasri Satra terima penghargaan dari Astra pada 2025 

(instagram.com/kba_tabek_talangbabungo)

Masyarakat Jorong Tabek dulunya malu mengakui daerah asalnya. Mereka minder dengan keadaan desa yang begitu kumuh dan tak terurus. Kasri Satra menjadi inisiator yang mengajak masyarakat untuk mengubah keadaan. Ia tidak ingin Jorong Tabek terkungkung pada identitas masa lalu dan belajar untuk mengubah kesulitan menjadi kekuatan besar.

Menurut Zulfatriadi, Wali Nagari Talang Babungo, potensi Jorong Tabek sebenarnya sudah terlihat dari adanya banyak bunga dan alam sekitar yang sejuk. Namun, masyarakat sekitar masih susah diatur. 

Untuk melakukan perubahan besar memang butuh proses dan juga usaha dari seluruh aspek masyarakat agar cita-cita bersama bisa terwujud. Kasri Sastra bersama Wali Nagari dan masyarakat bergotong royong membangun identitas baru. 

Meski begitu, perubahan tak serta merta langsung terjadi. Butuh waktu yang panjang dan sumber daya yang besar untuk mengembangkan perubahan pada Jorong Tabek yang minim infrastruktur.


Kebakaran Hebat yang Jadi Katarsis Perubahan Jorong Tabek 

kegiatan di Rumah Pintar KBA Jorong Tabek Talang Babungo

(instagram.com/kba_tabek_talangbabungo)

Pada September 2015, Talang Babungo mengalami kebakaran hebat. Rupanya, keadaan itu bukanlah akhir perjalanan. Melainkan jadi katarsis perubahan yang membuat Jorong Tabek menjadi seperti sekarang. Perubahan itu datang dari PT Astra International Tbk yang memberi bantuan melalui program Kampung Berseri Astra (KBA).

Pasca kebarakan, perlahan Jorong Tabek mengubah stigma negatifnya di masa lalu. Kini daerah yang terisolir itu sudah menghasilkan banyak kemajuan. Dari yang semula desa kumuh, menjadi lebih indah dan asri. Dari yang terbelakang dan miskin, menjadi desa produktif dengan Gula Semut, produk UMKM yang memikat wisatawan untuk berkunjung.


Hadirnya Rumah Pintar sebagai Sumber Harapan bagi Generasi Penerus

Rumah Pintar KBA Jorong Tabek Talang Babungo

(neraca.co.id)

Rumah Pintar dibangun dengan gotong royong masyarakat pada 2019. Rumah panggung khas Minang itu hadir sebagai simbol KBA Jorong Tabek Talang Babungo. Keberadaan rumah panggung berukuran 4x20 meter itu bukan hanya sebagai ruang belajar biasa. Melainkan awal mula kebangkitan. Rumah Pintar merupakan pusat kegiatan belajar, menjadi tujuan wisata edukasi, hingga pusat inovasi masyarakat.

Banyak ide-ide kreatif lahir dari Rumah Pintar. Salah satunya seperti pengolahan limbah. Masyarakat mengelola limbah dengan cara yang inovatif dan produktif. Limbah organik rumah tangga diolah menjadi pakan Maggot yang nantinya akan digunakan sebagai pakan ikan di kolam warga. 

Sementara, limbah nonorganik dikelola melalui bank sampah. Setiap kontribusi warga akan ditabung dan dalam periode tertentu dapat diuangkan. Tentu saja, hal itu akan menambah sumber pemasukan warga.

Bagi masyarakat KBA Jorong Tabek Talang Babungo, Rumah Pintar tak hanya menjadi sentral pendidikan. Namun, rumah panggung khas Minang yang dibangun dengan gotong royong itu juga menjanjikan masa depan produktif bagi generasi penerus.

 

Gula Semut, Produk Khas Jorong Tabek

Gula Semut, produk khas KBA Jorong Tabek Talang Babungo

(instagram.com/kba_tabek_talangbabungo)

Kemajuan KBA Jorong Tabek Talang Babungo dapat dilihat dari produk UMKM khasnya. Gula Semut berasal dari nira pohon enau yang diolah menjadi gula berkualitas tinggi. Produk itu menjadi komoditas unggulan yang dijual kepada wisatawan dan diekspor ke berbagai daerah.

Proses produksi Gula Semut dilakukan dengan teknik pemukulan pangkal bunga pohon enau untuk merangsang aliran nira ke bambu penampung. Nantinya nira pohon enau yang telah disadap diolah menjadi bubuk gula semut melalui pemanasan oven dengan bahan bakar gas.

Gula hasil pohon enau di ketinggian lebih dari 1.500 mdpl dengan suhu 18-24 derajat Celcius itu memiliki kadar gula tinggi. Dengan tekstur yang lebih halus, cita rasanya pun lebih khas. Dalam sebulan, Rumah Produksi Gula Semut bisa memproduksi sekitar 1.500 kg.

 

Semangat Produktivitas Jorong Tabek Membawa Banyak Dampak Positif 

kegiatan gotong royong di KBA Jorong Tabek Talang Babungo

(instagram.com/kba_tabek_talangbabungo)

Cita-cita kecil Kasri Satra mengubah citra Jorong Tabek membawa banyak perubahan. Dengan bantuan PT Astra International Tbk melalui program KBA sejak 2016, masyarakat mendapat pendampingan. Kehidupan masyarakat berubah seiring dengan pemahaman dan pembelajaran yang didapat. Semangat produktivitas muncul dan membawa dampak positif.

Desa kecil di Sumatera Barat yang terisolir di lereng pegunungan itu mulai berubah secara perlahan menjadi desa yang lebih baik. Walau butuh waktu, KBA Jorong Tabek Talang Babungo bisa mengubah stigma negatif menjadi citra positif. 

Desa yang semula hanya desa miskin di Kabupaten Solok menjadi desa produktif dengan segudang inovasi kreatifnya. Dengan Rumah Pintar sebagai pusat dari segala aktivitas, cita-cita yang dulu tampak tak mungkin perlahan terwujud menjadi sebuah jati diri baru.

KBA Jorong Tabek Talang Babungo merupakan bukti perubahan bukanlah hal yang mustahil, sesulit apapun keadaannya. Dari kampung terisolir yang bikin minder, jadi kampung elok yang dibanggakan.

 

Kampuang nan jauah di mato

Gunuang sansai ba kuliliang

Den takana jo kawan-kawan lamo

Sangkek basuliang-suliang

 

Panduduaknyo nan elok

Nan suko bagotong royong

Sakik sanang samo-samo di raso

Den takana jo kampuang

 

Takana jo kampuang

Induak, Ayah, Adiak sadonyo

Raso maimbau-imbau Den pulang

Den takana jo kampuang #APAxKBN2025


Referensi:

  • Youtube SATU Indonesia 
  • https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/09/25/panggung-jadi-punggung-rumah-pintar-tabek-talang-babungo-penopang-hidup
  • https://rri.co.id/bisnis/1773705/dari-terisolir-jorong-tabek-jadi-inspirasi-desa-mandiri
  • https://www.bisnisjogja.id/gula-semut-aren-jorong-tabek-potensi-berkembang-makin-besar/

Posting Komentar

0 Komentar