Judul: Cinder
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Titish A.K
Terbit: Januari 2016
Penerbit: Spring
Tebal: 384 halaman
ISBN: 978-602-71505-4-6
Keterangan: Novel Seri, Dystopia, Science Fiction, Terjemahan, Re-telling Cinderella
Rating: 5 dari 5 bintang


"Kabel-kabel di tubuhku kan tidak menularkan penyakit?"


Blurb:

Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android.
Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder, seorang cyborg, adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

-----

Linh Cinder, seorang mekanik ternama dari New Beijing sekaligus anak perwalian dari Adri--ibu tirinya. Cinder tinggal bersama Adri dan dua saudara tirinya: Pearl dan Peony. Ia diperlakukan seperti barang milik Adri. Segala yang Cinder kerjakan diatur oleh Adri, termasuk tentang pesta dansa. Adri berkata akan memperbolehkannya ikut jika Cinder menyelesaikan pekerjaannya, tapi Cinder tahu Adri hanya berbohong.

Secara tidak sengaja saat Cinder sedang bekerja di pasar, Pangeran Kai dengan pakaian bertudung abu-abunya datang ke pasar, mencari Cinder untuk memperbaiki android Pangeran yang bernama Nainsi. Tapi ternyata permintaan Pangeran itu membawa Cinder  kepada asal usulnya, masa lalunya bahkan bahaya yang dihadapinya di kemudian hari. Lalu, apa sebenarnya yang tersembunyi dari Cinder? Kenapa tubuhnya harus dipasangi kabel-kabel yang membuatnya menjadi cyborg--sesuatu yang dijauhi semua orang?

***

Cerita berlatar 126 tahun setelah perang dunia keempat terjadi. Pemerintahan di Bumi yang seharusnya stabil dan tentram terganggu oleh wabah baru yang menakutkan. Letumosis, demam biru, siapapun yang terinfeksi virus itu akan dikarantina, dan hanya tinggal menunggu waktu untuk mati. Para ilmuwan sudah berusaha keras mendapatkan antivirus untuk penyakit itu, tapi belum satupun membuahkan hasil. Sampai suatu ketika, Adri--ibu tiri sekaligus wali Cinder, memberikan Cinder--sang cyborg, manusia yang memiliki bagian tubuh robot--kepada para peneliti. 

Yang Cinder tahu, semua cyborg yang diteliti tidak akan pernah selamat. Cinder juga tahu alasan Adri memberikannya kepada peneliti bukanlah untuk membantu menemukan antivirus untuk Letumosis, melainkan untuk mengisi kantong Adri. Dari dulu ia yakin Adri sangat ingin ia pergi, namun Adri juga tidak ingin terlalu dirugikan atas kepergian Cinder karena selama ini Cinder-lah yang bekerja dan mendapatkan uang untuk Adri. Cinder yang semakin benci pada ibunya tak bisa berbuat banyak dan terpaksa merelakan dirinya dijadikan kelinci percobaan. 

Dokter Erland adalah salah satu ilmuwan yang meneliti wabah itu. Namun ketika meneliti Cinder, Dokter Erland dan yang lainnya diherankan dengan struktur robot yang unik dalam diri Cinder dan juga darah Cinder yang kebal dari letumosis. Dokter Erland pun mendekati Cinder dan mengatakan Cinder sangat istimewa dan mungkin Cinder bisa menyelamatkan orang-orang yang terkena wabah itu. Dan atas syarat juga persetujuan dari Cinder, Dokter Erland pun berhasil membuat Cinder mau sukarela untuk diteliti.

Secara tidak sengaja di tempat penelitian itu, Pangeran Kaito memasuki ruangan dan bertemu Cinder lagi. Mereka berbincang-bincang, dengan Cinder yang sibuk menyembunyikan tangan bajanya dengan mengangkat sarung tangan lebih tinggi. Cinder yang was-was identitas cyborg-nya akan diketahui Pangeran dikejutkan oleh kebohongan-kebohongan dari Dokter Erland. Cinder tidak mengerti kenapa Dokter itu berbohong pada Pangeran hanya demi membantunya? Cinder curiga pada Dokter itu, tapi Dokter itu tidak menjelaskan alasan sebenarnya.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Kai, mendorong rambut acak-acakan Cinder dari dahi gadis itu. Jari-jari Pangeran terasa panas dan lembab di kulit Cinder, sebelum gadis itu menyadari dirinyalah yang sedang demam. -- hlm 122

Cinder ternganga, menunggu dokter meneruskan penjelasannya, menyelesaikan kebohongan konyolnya dan mulai menceritakan semua rahasianya pada Pangeran. Gadis ini cyborg, kebal terhadap wabah dan gadis ini adalah kelinci percobaan favoritnya yang baru.
Namun, Dokter Erland tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya tersenyum pada gadis itu dengan tatapan nakal yang membuatnya curiga. -- hlm 123

Di kemudian hari, Cinder pulang ke rumah dan melihat Adri terkejut karena Cinder tetap hidup. Meski begitu, Cinder juga senang Iko tetap hidup. Bersama android sekaligus temannya itu, Cinder pergi ke tempat barang rongsokan, berniat untuk menggunakan uang yang didapatnya dari Dokter Erland untuk memperbaiki mobil model lama dari era kedua--Iko menyebut mobil itu labu busuk--dan melarikan diri, entah ke Eropa atau kemanapun, yang penting tidak lagi di rumah Adri. Ia juga penasaran ada apa di Eropa? Pikirnya mungkin di sana ia bisa menemukan jejak-jejak kehidupan lamanya.

Ketika pesta dansa semakin dekat, Ratu Bulan yang bernama Ratu Levana datang ke Bumi dan membuat posisi Pangeran semakin sulit. Cinder pun dengan permintaan Pangeran Kai segera memeriksa Nainsi dan menemukan ada chip tambahan di android itu. Cinder pun kembali ke istana tepat saat demo dan ia melihat kekuatan daya pikat Ratu Levana yang sangat mengerikan. Cinder pun kabur, tapi sial baginya karena Ratu Levana melihatnya dan mengetahui sesuatu. 

[Orang Bulan menduga dia membunuh Ratu Channary dan Putri Selena, tapi apa yang bisa mereka lakukan tentang hal itu? Mereka mungkin berpikir untuk melakukan pemberontakan, tapi segera setelah mereka berada di hadapannya, dia mencuci otak mereka agar patuh lagi.] -- hlm 314

Semua terjadi begitu cepat, kedukaan Pangeran, kedukaan Cinder, ketidakpercayaan Cinder pada fakta baru yang ditemuinya, perasaan ingin menjauh Cinder dari tempatnya kini, pergantian posisi Pangeran Kai, permintaan Pangeran juga perasaan bimbang Cinder serta keharusan akan tanggung jawab dari Pangeran, Cinder dan semua orang yang berperan dalam menyelamatkan Bumi. Hingga sampailah di akhir cerita, di saat pesta usai, di saat Pangeran mengetahui sesuatu, di saat Ratu Levana akhirnya akan mendapatkan apa yang ia inginkan, dan di saat Cinder merasa sudah waktunya ia menyerah pada segalanya.


REVIEW

Yang saya rasakan pertama kali saat membaca seri pertama dari Lunar Chronicles ini adalah: penulis mampu membuat clue-clue ringan di setiap bab sehingga pembaca secara perlahan menyerap informasi penting dari buku ini. Novel bernuansa fantasy-dystopia, sci-fi, romance ini membuat saya ingin segera membaca seri selanjutnya. Walaupun menurut saya seri ini akan berakhir dengan Happily Ever After, seperti dongeng-dongeng lain, tapi itu tidak mengubah apa pun.

Saya juga suka kosa kata yang dipilih penerjemah, cukup ringan dan mudah dimengerti. Hanya saja, sebelum mencetak cetakan kedua, penerbit harus mengecek lagi, masih ada typo seperti penggunaan kapital dan sebagainya. Salah satunya di halaman 52. Dan saya juga berharap novel ini akan dicetak terus-terus dan terus! Saya sebagai penggemar fantasi-romance sangat senang saat bisa mereview novel ini. Terima kasih, Penebit Spring!

Untuk alur cerita, saya rasa alurnya pas, karena memang untuk bab-bab awal adalah penjelasan tentang latar di masa depan yang mengandung unsur science fictionnya. Lalu ada beberapa bagian yang sedikit menyayat dari novel ini. Salah satunya ketika Peony, saudara tiri Cinder yang baik dan peduli pada Cinder itu akhirnya..., ini benar-benar mengerikan. Padahal harusnya Peony....
Saya tidak tega untuk membaca bagian ini. Ya walaupun pada akhirnya saya mengerti kenapa penulis membuat Peony seperti itu, yaitu karena Cinder harus punya peri untuk mendapatkan gaunnya. Tapi, tapi, agggghhhh saya tidak suka itu!

Lalu untuk unsur romancenya, entah kenapa saya masih kurang puas. Mungkin karena bagian romance nya diambil dari dongeng kali, ya? Bertemu beberapa kali dan jatuh cinta. Tapi saya tetap suka dengan Pangeran yang sedang bingung ini. Pangeran cukup manis dan saya malah jadi ingin diberi sarung tangan sutra juga.

Kemudian, untuk tokohnya, saya bingung dengan Adri, si ibu tiri Cinder. Sebenarnya dia punya jiwa keibuan atau gak sih?

Lalu tokoh lain seperti Ratu Levana, Sybil Mira, Jacin menarik perhatian saya. Menurut saya, karena memang ini Lunar Chronicles Series, makanya penulis memfokuskan tokoh yang punya sifat unik pada orang-orang Bulan. Sedangkan untuk orang Bumi yang saya suka cuma Peony sih.


Secara keseluruhan saya suka cerita ini. Cerita yang sangat mudah dicerna serta unsur dongeng yang dimodifikasi membuat saya sangat menikmati novel ini. Sudah tidak sabar untuk menunggu buku selanjutnya!

"Dan, entah dia tahu atau tidak sekarang ini, Kai memecayaimu juga."

Diambil dari Google

---Rincian tambahan:
The Lunar Chronicles memiliki total 6 buku. 4 buku utama dan 2 buku buku pre-story.

Buku utama:
1. Cinder (Cinderella), dalam bahasa Inggris berarti abu atau arang besi. Menunjuk pada Cinder yang jadi 'pembantu' Adri.
2. Scarlet (Si Kerudung Merah), dalam bahasa Inggris berarti merah menyala, yang menunjukkan sifat Scarlet.
3. Cress (Rapunzel), Cresscent, dalam bahasa Inggris berarti bulan sabit.
4. Winter (Snow White).

Buku pre-story:
1. Fairest, berisi kilas balik tentang masa lalu Ratu Levana.
2. Stars Above, berisi 9 cerita pendek sekaligus pre-story dari buku utama dan beberapa cerita tambahan lainnya. Sepertinya baru rilis bulan ini di negara asalnya.




Baca juga:
[Review] The Lunar Chronicles #2: Scarlet
[Review] The Lunar Chronicles #3: Cress
[Review] The Lunar Chronicles #4: Winter